Gerakan Kerja Bhakti dan PSN Terintegrasi Serentak Kota Mojokerto ( Di Kecamatan Magersari )

Posted by Admin on

        Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, khususnya pada musim pancaroba ini seringkali kita menghadapi cuaca yang tidak menentu, kondisi ini berdampak pada perkembangan nyamuk pembawa DBD, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan dini terhadap perkembangan nyamuk demam berdarah untuk menekan angka kesakitan dan kematian yang di sebabkan gigitan nyamuk demam berdarah.

        Gerakan Kerja Bhakti dan PSN Terintegrasi Serentak dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto bersama warga masyarakat Jum'at (5/8) dengan melibatkan semua unsur SKPD, Camat, Lurah dan unsur PKK mulai dari Ketua TP PKK Kota, Kecamatan, Kelurahan dan seluruh jajarannya, sedangkan dari warga masyarakat melibatkan semua kader motivator Kelurahan masing-masing.

        Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dari 18 Kelurahan di Kota Mojokerto yang terbagi dalam Tim Pemantau dan Pendamping baik dari unsur Kader Motivator Kelurahan, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan. Sedangkan Tim Pemantau dari Kepala SKPD, Camat dan Lurah. Sasaran pemantauan terdiri dari Perkantoran, Sekolah, dan Beberapa Rumah Warga dengan melihat langsung bak-bak mandi, prasarana fisik, dan lingkungan lainnya.

        Selain Kepala SKPD juga melibatkan langsung Walikota, Wakil Walikota, dan Sekretaris Daerah. Kunjungan lapangan dilaksanakan mulai pukul 07.30 beakhir pukul 09.00 WIB. Di Kecamatan Magersari Walikota KH. Mas'ud Yunus beserta Ketua TP PKK Kota Memantau beberapa sasaran di Kelurahan Balongsari, sedangkan Wakil Walikota Ir. Suyitno beserta Wakil Ketua TP PKK Kota Kelurahan Kedundung, Sekretaris Daerah Mas Agoes Nirbito M W, SH.M.Si Kelurahan Wates, Camat Magersari Choirul Anwar Kelurahan Magersari Lingkungan Mulyosari dan Ketua TP PKK Kecamatan Kelurahan Wates. Setelah pemantauan di lapangan langsung diadakan evaluasi di masing-masing Kelurahan.

        Di Kelurahan Magersari Camat Magersari menyampaikan paparannya terkait hasil pemantauan di lapangan bahwa angka bebas jentik dari 20 Rumah Warga, 2 Sekolah, dan 3 Perkantoran angka bebas jentik 95 %. satu lokasi jentik di jumpai berada di selokan sekitar Gelora A. Yani walaupun sebenarnya jentik yang ada di selokan tersebut bukan merupakan nyamuk demam berdarah, tetapi hal ini dapat mengganggu kesehatan warga.

        Selain itu dijumpai 1 Rumah Warga belum memiliki jamban dan septiteng. Dalam sambutannya Anwar mengatakan mengapresiasi semua kader motivator sebagai ujung tombak yang berperan aktif merubah mainshet masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat selanjutnya dikatakan Anwar bahwa merubah perilaku memang membutuhkan waktu dan memerlukan gerakan yang dilaksanakan secara istiqomah (terus-menerus / continue )baik melalui pendekatan motivasi maupun pendekatan kebijakan, sehingga perilaku hidup bersih menjadi kebiasaan bagi warga masyarakat karena kebersihan adalah kebutuhan untuk meningkatkan derajat kesehatan.