Verifikasi Lapangan Kota Sehat Tahun 2016 Tingkat Propinsi Jawa Timur Di Kota Mojokerto

Posted by Admin on

        Salah satu syarat untuk memperoleh predikat kota sehat tingkat nasional adalah melalui verifikasi lapangan kota sehat tingkat Propinsi setelah terlebih dahulu diadakan verifikasi dan bedah dokumen oleh Tim Tingkat Propinsi. Pemerintah Kota Mojokerto sesuai visi yang diusung 2014-2019 adalah mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral. Untuk mewujudkan visi tersebut salah satu misinya adalah meningkatkan SDM yang maju dan berdaya saing tinggi.

        Verifikasi lapangan telah dilaksanakan Selasa (9/8) bertempat di Ruang Nusantara Kantor Pemerintah Kota Mojokerto. Tim Verifikasi terdiri dari 3 orang dan di sambut langsung oleh Walikota Mojokerto yang didampingi Sekretaris Daerah, semua pengurus Forum Kota Sehat dan SKPD terkait.

        Dalam sambutannya Ketua Tim menyampaikan bahwa verifikasi lapangan Kota Sehat Propinsi Jawa Timur Tahun 2016 adalah untuk mempersiapkan verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2017, sehingga daerah masih mempunyai waktu untuk membenahi kekurangannya. Setelah diadakan verifikasi lapangan dan telah memenuhi persyaratan maka Pemerintah Propinsi Jawa Timur mengajukan verifikasi Kota sehat Tingkat Nasional Tahun 2017.

        KH. Mas'ud Yunus dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maka salah satu program Pemerintah Kota Mojokerto di bidang kesehatan adalah program universal coverrate, semua warga dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis di Rumah Sakit Pemerintah Kelas III dan di Puskesmas dengan menunjukkan KTP dan KK.

        Pengalokasian dana APBD tahun 2016 yang digelontorkan di bidang kesehatan sebesar 24% dari total APBD, hal ini melebihi ketentuan minimal pengalokasian dana APBD bidang kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah minimal 10%. Kondisi ini diharapkan derajat kesehatan warga kota Mojokerto akan semakin meningkat, karena dengan meningkatnya derajat kesehatan maka produktifitas akan meningkat, dengan meningkatnya produktifitas maka kesejahteraan juga akan meningkat, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat adalah menjadi tugas dan kewajiban Pemerintah, demikian dikatakan oleh Walikota Mojokerto KH. Mas'ud Yunus. Selain itu juga dikatakan bahwa untuk merubah mindset perilaku hidup bersih dan sehat bagi warga masyarakat maka Pemerintah menggerakkan warga masyarakat melalui kader motivator, Rt Rw dan berbagai tokoh masyarakat lainnya untuk melaksanakan gerakan kebersihan lingkungan secara terus-menerus, hal ini selain dilakukan melalui pendekatan memberikan motivasi bagi kesadaran warga juga telah dilakukan melalui pendekatan peraturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto diantaranya Peraturan Walikota Mojokerto Nomor 1  tahun 2015 tentang sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dan akan dikembangkan dengan mengkaji perlunya peraturan yang mendukung gerakan kesehatan bagi warga masyarakat.

        Dalam acara tersebut juga dipaparkan potensi dan keberhasilan bidang kesehatan yang diraih Pemerintah Kota Mojokerto 2015-2016, oleh Riani selaku Ketua Forum Kota Sehat Kota Mojokerto, beberapa diantaranya menjadi sasaran verifikasi lapangan kota sehat, selesai acara di Ruang Nusantara Tim langsung menuju lokasi sasaran yaitu Pokja Kelurahan Balongsari dan PSN, Kelurahan Kedundung Kampung Berseri dan Pengolahan Air Limbah, Posyandu Malabar, kemudian ke Sekretariat Forum Komunikasi Kelurahan Sehat (FKKS) Kecamatan Magersari, TPA Randegan, Pokja Kelurahan Wates dan ODF, Gerakan Tanpa Asap Rokok, SMA Negeri 2 (Adiwiyata), Posbindu Jagalan, Green House Surodinawan, terakhir FKKS Kecamatan Prajuritkulon. Di FKKS Kecamatan Magersari Tim disambut langsung oleh Camat Magersari Choirul Anwar dan Ketua FKKS Mat Ali. Diantaranya Tim menanyakan langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan jambanisasi. Dikatakan oleh Anwar bahwa telah diadakan pemetaan dan pengklasifikasian warga masyarakat yang tidak punya jamban disebabkan beberapa hal antara lain karena tidak mampu, kurangnya kesadaran, dan masalah-masalah lainnya, sehingga kondisi ini menuntut perlakuan yang berbeda mulai dari memberikan motivasi kepada warga yang mampu membuat jamban, mengusulkan pembuatan jamban ke Dinas PU, ke BAZNAS Kota Mojokerto bagi yang tidak mampu, juga melalui pinjaman ke BRI yang difasilitasi oleh Puskesmas.

        Dengan selesainya verifikasi lapangan Kota Sehat Tahun 2016 Pemerintah Kota Mojokerto akan menindaklanjuti hasil verifikasi lapangan berupa saran dan masukan oleh Tim Tingkat Propinsi Jawa Timur dalam rangka persiapan verifikasi Tingkat Nasional Tahun 2017 yang akan datang.