Pembentukan Posbindu Di Kelurahan Wates

Posted by Admin on

        Salah satu upaya Pemerintah dalam pengendalian penyakit tidak menular (PTM) yang bersifat Promotif dan Preventif adalah dengan membentuk Pos Pelayanan Terpadu (POSBINDU), sebuah strategi penanganan kesehatan berbasis masyarakat yang tengah dikembangkan Pemerintah, dengan harapan melalui posbindu, penyakit tidak menular yang ada ditengah-tengah masyarakat dapat terdeteksi sejak dini.

        Pembentukan Posbindu Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto dilaksanakan Kamis (11/8) bertempat di Kantor Kelurahan Wates yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas Wates hadir dalam acara tersebut, dari unsur TP PKK Kota Mojokerto Ny. Heriyana Dodik, Ketua TP PKK Kecamatan Magersari Ibu Siti Fauziah, Kepala Puskesmas Wates Dr. Citra Mayangsari dan jajarannya, dari Dinas Kesehatan Siti Malikah, Dr Sri Wahyuni, Ida Hardiyanti, M.Kes, Kasi Kesos Kecamatan Nanik Lestari, M.Si, peserta undangan lainnya dari unsur Tokoh Masyarakat terdiri dari Ketua RW, LSM, dan dari unsur PKK Kelurahan Wates Lina, serta dari Kader Motivator kesehatan Kelurahan Wates sebanyak 30 orang.

        Pembentukan Posbindu PTM ini adalah yang kedua kali untuk pos penanganan dengan wilayah sasaran lingkungan Banjaranyar dengan Ketua Bapak Kusnan dan Wakil Ketua Ibu Sulikah, Sekretaris Ibu Peni, rencananya kegiatan dilaksanakan minggu ke-2 setiap bulan. Sebelumnya di Kelurahan Wates juga telah terbentuk Posbindu PTM Anteng dengan sasaran wilayah Perumahan Tengah yang di Ketuai Bapak Suryanto dibentuk sejak tahun 2014, kegiatan Posbindu Anteng minggu ke-3 setiap bulannya.

        Siti Malikah dalam penjelasannya menyampaikan beberapa hal terkait Posbindu PTM, meliputi pengertian Posbindu, tujuan Posbindu, Posbindu sebagai wadah kegiatan deteksi dini PTM, pengintegrasian Posbindu PTM dengan kegiatan yang sudah ada di masyarakat serta pelaksana kegiatan Posbindu PTM.

        Dengan Posbindu diharapkan para kader dapat melaksanakan deteksi dini faktor resiko PTM melalui kegiatan pemantauan baik dengan melakukan wawancara langsung maupun dengan penggunaan peralatan dasar seperti tensimeter, alat ukur tinggi dan berat badan serta alat ukur lingkar perut dengan sasaran warga mulai usia 15 tahun keatas, selanjutnya para kader akan diberikan pelatihan deteksi dini dalam rangka menekan insiden dan prevalensi PTM antara lain Hipertensi, Diabetes Melitus, Hyperkolesterol dan penyakit lainnya khususnya kasus 10 besar PTM yang terjadi di wilayah Puskesmas Wates.(ch.ar)