Walikota Hadiri Pagelaran Wayang Kulit HUT RI Ke 71

Posted by Admin on

        Menjelang puncak acara Peringatan HUT RI Ke 71 tanggal 17 Agustus 2016 yang akan datang, Pemerintah Kota Mojokerto mengadakan serangkaian kegiatan, diantarannya pagelaran wayang kulit pada Minggu malam (14/8) bertempat di Jalan Gajah Mada 145 depan Kantor Pemerintah Kota Mojokerto.

        Hadir pada acara tersebut Walikota Mojokerto KH. Mas'ud Yunus beserta anggota Forkopimda, juga turut hadir Suliyat dan Abdulloh Fanani anggota DPRD Kota Mojokerto, Kepala SKPD, Camat dan Lurah se Kota Mojokerto. Tak ketinggalan beberapa insan pers dan dari dunia usaha serta masyarakat ikut menyemarakkan pagelaran wayang kulit bersama-sama pasukan kuning dan warga Kota Mojokerto, juga nampak beberapa penggemar wayang kulit berasal dari warga perbatasan Kabupaten dan Kota Mojokerto, sekitar 500 penonton berbaur menyaksikan tontonan rakyat ini.

        Pagelaran wayang kulit tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu, didepan panggung wayang terpampang piala Adipuran Kirana 2016, yang menjadi kebanggan warga Kota Mojokerto atas penghargaan penilaian Kota bersih dari Pemerintah Pusat.

        Tentu tidaklah mudah untuk memperoleh prestasi ini, sebuah prestasi bergengsi setingkat lebih tinggi dari Adipura Buana. Wajar bila Adipura Kirana ini ikut menghiasi diantara sederetan dekorasi panggung pagelaran wayang kulit, dengan harapan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat luas untuk mempertahankan predikat kota bersih ditahun-tahun yang akan datang.

        Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto Amin Wachid, S.Sos.M.Si yang juga selaku panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada Bapak Walikota Mojokerto, kepada semua pihak dan masyarakat atas dukungan dan partisipasinya sehingga pagelaran wayang kulit ini dapat terselenggara dengan lancar, aman dan tertib. Atas dukungan pasukan kuning, masyarakat dan pihak terkait pada tahun 2016 ini Adipura dapat kita raih kembali, tambahnya.

        Sementara itu KH. Mas'ud Yunus dalam sambutannya mengatakan bahwa kita harus mensyukuri nikmat yang diberikan Alloh SWT, nikmat kemerdekaan melalui perjuangan para pendahulu kita, dengan mengenang jasa beliau kita meriahkan dengan pagelaran wayang kulit, sebuah pagelaran asli Indonesia yang akan dipentaskan oleh Ki Dalang Hadiono dari Sidoarjo dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan.

        Terkait perolehan Adipura Kirana Walikota mengapresiasi kepada semua pihak, kepada semua warga masyarakat Kota Mojokerto, juga Aktivis Lingkungan Hidup Satria Wiwoko yang ikut membina dan turut hadir dalam acara tersebut.

        Khusus kepada garda depan pasukan kuning, sebut Walikota, yang luar biasa dengan semangat yang gigih juga akan diberikan reward menaikkan gaji dari Rp. 1.700.000 menjadi Rp. 1.900.000 setiap bulannya dan dipersilahkan mengakses program pembiayaan usaha syariah (Pusyar) di BPRS Kota Mojokerto tanpa bunga,tanpa uang administrasi dan tanpa asuransi.

        Penghargaan Adipura adalah sebagai motivasi kepada Pemerintah dan masyarakat Kota Mojokerto, harapan kita dapat dipertahankan 5 tahun berturut-turut untuk memperoleh penghargaan yang lebih tinggi yaitu Adipura Paripurna, lanjut Walikota.

        Kepadatan penduduk menjadi permasalahan tersendiri bagi Kota Mojokerto, sebagai Kota terpadat nomor tiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Kota Malang, tingkat kepadatannya mencapai 8600 jiwa per kilometer persegi. Sehingga kebersihan harus ditangani secara serius dan didukung semangat gotong-royong yang tinggi agar lingkungan tetap bersih, rindang dan nyaman, untuk anak cucu kita nanti, paparnya.

        Ditekankan pula oleh Walikota mengenai rencana pengelolaan sampah setiap RW akan dibentuk bank sampah, dikelola secara produktif dan hasilnya dapat digunakan membayar pajak. Bahkan keseriusan Walikota ini rencana tahun depan akan diadakan lomba kebersihan dengan sasaran semua RW, Sekolah dan SKPD. Akan ada Adipura untuk Kepala SKPD, bagi yang terjelek akan diberikan pita hitam. Mulai sekarang SKPD agar berbenah, tegasnya.

        Sebelum pagelaran wayang dimulai, acara pemotongan tumpeng oleh Walikota diserahkan kepada Amin Wachid, dilanjutkan penyerahan gunungan dari Walikota kepada Ki Dalang Hadiono. Mengawali pentas Semar Mbangun Kahyangan persembahan dua lagu tiga artis sinden campursari nyanyi bersama satu biduan menyemarakkan suasana penuh ceria diiringi guyuran hujan gerimis yang datang tiba-tiba, membuat penonton yang berdiri diluar masuk kedalam tenda hingga berdesakan.

        Suasana semakin asyik ketika Hadiono mengawalai pentas memainkan dengan lihainya wayang kulit, hingga hujan tak terhiraukan, terlihat semua menyimak dengan asyiknya tak terasa hujan pun reda berganti semilir angin menyentuh tubuh-tubuh basah gerimis. Beberapa nampak secara bergantian sambil menikmati makan gratis yang disediakan Amin Wachid.

        Semar Mbangun Kahyangan menghipnotis para penonton semalam suntuk hingga pagi hai Senin (15/8) ketika para Pendowo bermusyawarah untuk memberi hadiah Punokawan sebagai bekal Mbangun Kahyangan, dengan tujuan terangkatnya kewibawaan negara dan mensejahterakan rakyatnya, dalam suasana bersih, rindang dan nyaman, namun berbagai halangan justru muncul dari pemimpin negara lain.

        Oleh karena semar adalah dewa, maka tidak ada satupun yang bisa menghalangi dan terlaksanalah pembangunan dengan piandel kalimasodo pemberian sang ratu binthoro, sehingga diperoleh sebuah penghargaan yang disebut "ADIPURA KIRANA". (ch.ar).