Kecamatan Magersari Menghadirkan “ Gapura Kejayaan Wilwatikta” Dalam Karnaval / Pawai Pembangunan Kendaraan Hias Kota Mojokerto

Posted by Admin on

Karnaval/pawai pembangunan Kendaraan hias di Kota Mojokerto dalam rangka peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan ke 71 Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sabtu (20/8), berlangsung meriah. Para peserta yang berasal dari utusan SKPD dan berbagai organisasi lainnya menampilkan berbagai kreatifitas mereka dalam Karnaval/pawai pembangunan Kendaraan hias tersebut.
Tak ketinggalan, Kecamatan Magersari juga turut serta hadir menjadi peserta dalam kegiatan Karnaval/pawai pembangunan Kendaraan hias.
Dalam mengikuti pawai Karnaval/Kendaraan hias ini Kecamatan Magersari mengusung tema “Gapura Kejayaan Wilwatikta”. Camat Magersari, Choirul Anwar, SH., MSi. menyampaikan bahwa, “Kecamatan Magersari sengaja mengambil tema ini karena ingin menghadirkan kembali nuansa kebesaran kerajaan Majapahit, yaitu adanya pemerintahan yang kuat dan adil, rakyat hidup dengan tentram, damai dan makmur diera kekuasaan Raja Hayam Wuruk. Dengan demikian hal ini, dapat sebagai pemicu kami sebagai aparatur pemerintah untuk selalu meningkatkan kinerja memberikan pelayan yang terbaik/Prima bagi masyarakat guna mewujudkan Kota Mojokerto yang damai dan Sejahtera”  
 


Hayam Wuruk adalah raja keempat Kerajaan Majapahit yang memerintah tahun 1350-1389, bergelar Maharaja Sri Rajasanagara. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Dalam menjalankan pemerintahannya Raja Hayam Wuruk dibantu oleh seorang patih yang terkenal dengan sebutan Mahapatih Gajah Mada. Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk, Majapahit menaklukkan Kerajaan Pasai dan Aru (kemudian bernama Deli, dekat Medan sekarang). Majapahit juga menghancurkan Palembang, sisa-sisa pertahanan Kerajaan Sriwijaya. Dengan bantuan Mahapatih Gajah Mada, ia menaklukkan Logajah, Gurun Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Mengkasar, Buton, Banggawi, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.




Peristiwa penting berikutnya dalam Pararaton adalah “Sumpah Palapa” yang diucapkan Gajah Mada saat dilantik sebagai rakryan patih/Maha Patih Majapahit tahun 1334. Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati makanan enak (yang diartikan kenikmatan duniawi) sebelum berhasil menaklukkan wilayah kepulauan Nusantara di bawah Majapahit.

Dengan membedah Kejayaan Kerajaan Majapahit dengan "Sumpah Palapa" menyatukan seluruh nusantara. Semoga Warga MOJOKERTO selalu damai sejahtera. Gema Ripa Loh Jinawi Toto Tentrem Tata Raharja. Selalu berlimpah rejeki, Masyarakatnya damai dan Sejahtera. (Wd)