Bimtek Implementasi Peraturan Perundang-undangan, Upaya Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Posted by Admin on

            Penyelanggaraan pelayanan yang baik kepada masyarakat merupakan fungsi yang harus diemban pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan, sebagai tolak ukur terselengaranya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik menjadi pintu masuk bagi percepatan reformasi birokrasi di daerah. Pelayanan kepada masyarakat hendaknya tidak hanya sekedar berkualitas pada pelayanan yang bersifat administrasi saja namun pula harus cepat tanggap terhadap pelayanan dasar kepada masyarakat yang bukan administrasi. Pernyataan tersebut dikemukakan, Camat Magersari Choirul Anwar, SH. M.Si. saat membuka Bimtek Implementasi Peraturan Perundang-Undangan Kecamatan Magersari Tahun 2016, Kamis (27/10) bertempat di Aula Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.            

            Menurut Choirul Anwar, bahwa dalam melayani masyarakat para Aparatur Sipil Negara harus mengutamakan sikap profesionalisme, ramah, sopan, adil, jujur, transparan dan yang tidak kalah pentingnya diniati sebagai ibadah. Dan, perlu menjadi perhatian bersama bahwa dalam pelayanan administrasi pemerintahan pengurusan surat-surat kependudukan jangan sampai ada pungutan liar  (pungli) atau pengenaan biaya diluar ketentuan peraturan yang berlaku.   “Dengan mengikuti Bimtek ini,  saya harapkan para peserta dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh para nara sumber sehingga dapat membantu para peserta dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kinerja di kelurahan masing-masing,” kata Choirul Anwar.    

            Materi Bimtek diantaranya, Motivasi Peningkatan Kinerja Untuk Pelayanan Publik Dalam Menghadapi MEA disampaikan Widyaswara BKD Diklat Prov. Jawa Timur, Dra. TUTIK PURWANINGSIH, M.Psi, dan Peraturan Perundang-undangan Tentang Administrasi Kependudukan  oleh ACIM DARTASIM, S.Sos. MT dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mojokerto.   

            Dra. TUTIK PURWANINGSIH, M.Psi., dalam paparannya diantaranya menerangkan tetang tata cara melayani masyarakat dengan baik, pemahaman terhadap karakter manusia, memotivasi diri agar menjadi aparatur  yang handal dan beberapa materi pengembangan diri lainnya, dengan gayanya yang sumringah, tutur bahasa yang kocak dan pembawaan yang kalem, membuat peserta betah  untuk mengikuti materinya sampai selesai.  Beberapa pesan yang dituturkan untuk menjadi perhatian yaitu, “Jika dalam hidupmu perubahan di luar lebih cepat dari perubahan dalam dirimu, maka hidupmu mengenaskan“ dan “Hidup hanya sekali, jadikan hidupmu BERARTI, setelah itu mati”.

            Narasumber kedua ACIM DARTASIM, S.Sos.,MT.  Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Mojokerto menjelaskan bahwa administrasi kependudukan merupakan rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui dafduk, capil, pengelolaan informasi adminduk serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunnan sektor lain sesuai UU 24 Th 2013. Setelah dilakukan pemaparan, dilanjutkan sesi Tanya jawab yang hal ini sudah barang tentu tidak disia-siakan oleh peserta untuk bertanya tentang kondisi permasalahan riil yang dihadapi saat pelayanan di kelurahan. Sebagai informasi terkini, bahwa untuk kelancaran pelayanan di kantor Dispendukcapil Kota Mojokerto mulai saat ini setiap pengurusan surat-menyurat/administrasi kependudukan di Dispendukcapil wajib untuk dilakukan sendiri oleh yang berkepentingan (tidak boleh diwakilkan). Namun, apabila yang berkepentingan berhalangan hadir karena sakit, maka pengurusan dapat diwakilkan kepada Ketua RT/RW dengan membawa surat tugas dari Lurah.

            Adapun tujuan Bimtek ini menurut Ninis Hartiningsih, SH. Selaku Ketua Penyelenggaran saat menyampaikan laporannya, adalah dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan yang ramah, tanggap dan cepat dalam hal pelayanan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Bimtek ini diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari para Lurah, Sekkel, Kasi Tata Pemerintahan, Pegawai Kecamatan Magersari dan 1 (satu) staf yang bertugas melakukan pelayanan di masing-masing kelurahan. (Rul/Wd)