304 Mahasiswa Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto Ikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Gununggedangan

Posted by Admin on

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sehubungan pelaksanaan “ Tridharma Perguruan Tinggi “. KKN memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus, dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang dihadapi oleh masyarakat.
Pada pelakasanaan KKN tahun ini, Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto akan melaksanakan KKN dengan mengambil thema Pengembangan SDM dan SDA dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang berilmu pengetahuan, berdedikasi, berkesinambungan, yaitu dengan menerapkan berbagai model dan corak pembangunan untuk mencapai Kota Mojokerto GO Green.
KKN tahun ini mengikutsertakan sebanyak 304 mahasiswa yang pelaksanaannya selama 4 (empat hari mulai tanggal 15 Desember 2016 s/d 18 Desember 2016 bertempat di Kelurahan Gununggedangan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.
Pembukaan KKN digelar pada hari Kamis tanggal 15 Desember 2016 bertempat di Ruang Pertemuan Kecamatan Magersari. Acara dihadiri oleh Muspika Kecamatan Magersari, Camat Kranggan, para Lurah, Rektor, Dekan beserta segenap civitas academika Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto. Camat Magersari, Choirul Anwar,SH.,MSi., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Mayjen Sungkono yang telah menjadikan Kelurahan Gununggedangan sebagai obyek pelaksanaan KKN. Kehadiran mahasiswa mempunyai peran yang sangat penting untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, sekaligus memberikan bekal pengalaman bagi para mahasiswa dalam mengaplikasikan disiplin ilmunya dengan berinteraksi secara langsung ditengah-tengah masyarakat.


Lebih lanjut dikatakan, hal yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan dalam kegiatan KKN ini adalah dengan membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dengan pihak-pihak terkait seperti RT, RW,LPM, Karang Taruna, Lurah dan tokoh masyarakat guna bersama-sama mendukung program-program pemerintah yang telah berjalan, sehingga masyarakat tidak hanya merasa sebagai obyek pembangunan namun diharapkan turut berperan serta secara aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi.
Ditengah sambutannya, Camat Magersari juga memberikan pemaparan tentang profil Kecamatan Magersari termasuk didalamnya Kelurahan Gununggedangan dengan tujuan supaya para mahasiswa sebelum melaksanakan KKN minimal lebih mengenal daerah yang akan dikunjunginya.
Dalam paparannya beliau mengatakan, “Gambaran tentang bidang Pendidikan di Kecamatan Magersari dapat dijelaskan bahwa secara umum kebutuhan masyarakatnya untuk mendapatkan pendidikan formal  wajib belajar 12 tahun telah terpenuhi.  Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan (PKMBP) yang rutin dilaksanakan oleh Bapak Walikota Mojokerto menjadi salah satu jurus andalan untuk meningkatkan pendidikan di Kota Mojokerto. Dari hasi pelaksanaan PKMBP, di Kecamatan Magersari terpenuhinya Keluarga Berlingkungan Pendidikan (KBP) masih rendah yaitu sebesar 26,3% dan tidak memenuhi sebesar 73,7%. Beberapa faktor yang mempengaruhi masih rendahnya KBP ini adalah masalah ekonomi, perhatian keluarga yang kurang dan fungsi keluarga yang tidak berjalan secara baik. Budaya baca masih cukup rendah yaitu sekitar 32,3%. Dengan demikian, perlu kerjasama dari kita semua untuk berperan serta  dalam mewujudkan kawasan Kota Mojokerto yang Berlingkungan Pendidikan”.
Lebih lanjut disampaikan, “ Untuk Bidang Kesehatan, di Kecamatan Magersari dapat dijelaskan bahwa  gambaran pemenuhan kebutuhan kesehatan terbagi dalam 4 hal yaitu Sarana/Prasarana Lingkungan penunjang kesehatan sebesar 45%, Perilaku masyarakat yaitu dengan pemanfaatan lahan pekarangan untuk lingkungan hijau oleh masyarakat sebesar 35%,  Pelayanan kesehatan baik melalui Puskesmas dan posyandu sebesar 15% dan faktor Keturunan dengan menerapkan pola hidup sehat sebesar 5%”.


Kelurahan Gununggedangan mempunyai luas wilayah sebesar 1,705 Km2 masih memiliki lahan pertanian 177,13 hektar yang terbagi atas tanah sawah 80,00 hektar dan pekarangan bangunan dan halaman seluas 92,81 hektar.  Jumlah penduduk secara keseluruhan sebanyak 7.284 yang terdiri dari laki-laki 3.628 jiwa dan perempuan 3.656 jiwa.  Jumlah Sekolah yaitu PAUD sebanyak 1 sekolah, Taman Kanak-Kanak sebanyak 4 Sekolah, SD/MI sebanyak 3 Sekolah dan SMK sebanyak 1 Sekolah.  Dalam menunjang lingkungan sehat di dukung oleh kader motivator sebanyak 73 orang dan Bank sampah sebanyak 4 buah.
Permasalahan yang ada saat ini yaitu masih adanya keluarga yang tidak memiliki jamban sebanyak 97 KK dan  beberapa penyakit yang paling banyak adalah Salesma, ISPA, Hipertensi, Radang sendi, Faringitis, Gangguan Pencernaan, Kencing manis dan Penyakit kulit.


Di penghujung sambutan, Chairul Anwar  berharap bahwa kerjasama yang terjalin dengan Pemerintah Kota Mojokerto khususnya Kecamatan Magersari yang dilaksanakan melalui KKN ini kedepan hendaknya dapat lebih ditingkatkan melalu program-program penelitian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Mojokerto. (Wd).